GERIMIS DI UJUNG SENJA episode 12
...Nur memdekati Wias, ia menatap lembut dan mengulurkan tangan, namun tak sampai pada Wias.
"Sayang, aku tahu, aku hanya bertepuk sebelah tangan. tapi tak bisakah kau menganggap aku ada?" Ia menangis.
"Aku disampingmu. ada untukmu setiap saat. menemani malam-malammu. tapi kau tetap kesepian." Nurhayati menatap dengan frustasi.
"Maafkan aku." Kata Wias Pelan.
"Seharusnya kau meminta maaf pada dirimu sendiri" Kata Lasmi keras
"Aku memang bodoh." Kata Wias Lemah
"Kau tak lemah abang. kau kuat kau pasti mampu menjadi bintang bagi kami " Kata Yuni. ia membelai pipi Wias penuh kasih .
"Kau yang membuat aku kembali hidup. saat aku hampir mati bunuh diri. kau yang menberikan aku harapan." Yuni memeluk Wias, tangisnya pecah
"Aku terlalu berharap pada cinta yang sempurna. dan ternyata aku telah salah. aku merampas cinta yang lain dengan paksa" Kata Nur
"Tak perlu mengkaji apa yang kau lakukan. nam nyata dia tak bisa menjadikan cinta kita sebagai penyangga dirinya. dia sangat lemah. bahkan dalam perlindungan tiga wanita ia tetap runtuh " Kata Lasmi keras penuh amarah
"Sayang, jangan runtuh. aku tak sanggup melihat kau begini " Kata Nurhayati meremas rambutnya dengan frustasi.
"Cukup!" Wias menjerit keras. Guntur menggegar. Hujan lebat turun, semua wanita menghilang, hanya rasa sakit di bekas luka dan rada ngilu di geragamnya yang patah.
Alam gelap. malam datang. dingjn menyiksa dengan kejam. diantara rasa sakit dan dingin Wias pingsan. semua gelap. dan ia tampak kaku di tepi danau nan kelam itu.
dua tahun lalu, Wias masih sibuk dengan syarikat yang kian maju. hilir mudik dengan kereta mewah. jenguk mertua nam sendirian di villa. Nur tampak anggun di sampingnya.
Mana ada masa ia sempatkak temui Yuni di konveksi. berkan sedikit wang dan pergi pula ke kedai konveksi Lasmyati yang pasti akan berteriak kegirangan bela lihat dia
"ini nan aku mau. Wiasku yang tegar gagah berani penuh keyakinan dan sukses" katanya sambil peluk Wias.
Di balik segala itu. Wias kerap duduk meenyendiri dengan sugaret di tangan. Mengudut tembakau puluhan batang dalam sepi. ingat wajah Yuni yang cerah sambut dia dan Lasmi yang sangat gembira lihat dia sekarang
"Kalian tak faham jahatnya aku" katanya membatin.
#wiko_antoni_novel
bersambung...
Komentar
Posting Komentar