Postingan

GERIMIS DI UJUNG SENJA episde 16

 Hari berganti. musim bertukar. semamgat bekerja di sayarikat daripada Wias sungguh diluar sangkaan. Kecemerlangah kepemimpinan nan luar biasa telah membuat Syarikat melesat maju. Menjadi salah satu perusahaan terkemuka dibidangnya. Dipimpin seorang direktur nan tampan rupawan serta bijak laksana. Murah senyum cerdas dalam segala situasi. Syarikat tidak dapat terbendung melangkah maju. Dari tingkat negeri merambah ke tingkat negara, naik pula le wilah berseberangan megara, merambah Asia, Afrika kini dah dikenali di dunia barat. Syarikat yang juga dikenal sangat aktrab oleh para pengusaha antar benua  Pemimpin Syarikat nan jarang pulang ke rumah.  Aktab dengah karyawan, bak saudara oleh pengamanan kantor dan petugas kebersihan. ya, itu terjadi asbab memang sang pemimpin jarang balik ke rumah. Hanya kerja, kerja dan kerja seolah hidup ini tiada yang semula bekerja. Semua karyawan tak perlu dia paksa bekerja keras. Karena semangat nan ia bawa dah jadi contoh yang tak sanggup...

Gerimis di ujung senja episode 15

 ia tak pulang kesebarang istri manapun. Wias berbelok ke sebuah tempat sepi. dari sana ada pemandangan elok. sebuah dataran nan berhamparan ilalang berbunga. sejauh mata memandang hanya ilalang saja. di ujung tampak gunung nan menjulang tertutup kabut. ia hentikan enjin. keluarlah Wias dari kereta. mata masih sembab. Wias duduk di bawah pokok pohon rindang. menatap arah gunung di hujungan padang ilalang berbunga. angin menghembus batang batang ilalang bak tarian hijau berhias putih "Ada apa dengan diriku. Wias membatin. sampai hatiku dengan semua ini." Wias membatin. "Apa salah Yuni padaku. apa dosa Lasmiyati " ia kembali membatin "Demi aku. mereka bermadu dengan rela. Tapi apa nan aku buat. Ya Tuhan siapa aku ini. aku kini tak kenali diriku lagi" Wias terus merutuki diri sambil hapus air mata nan deras mengalir di pipi. "Aku dulu jujur pada mereka, aku jelaskad segala perkara. mereka juga terima apa saja nan nenimpa aku." Wias duduk di batu...

GERIMIS DI UJUNG SENJA episode14

"Tak ada yang aku sembunyikan. la nan kurang, engkau dah kasih aku semua. cinta dan kesefaman. aku selalu temui Lasmiyati dan Yuni seizin kau. kau terlalu sempurna." kata Wias mencoba tersenyum "tidak abang, kau terlihat macam pelakon nan buruk." Nurhayati mendekat. menyeka air mata Wias. "Apa nan abang fikir sebenarnya, coba jujur, biar menyakitkan. Nur bisa terima " Kata Nurhayati. "Apa, tak ada Nur. boleh kau percaya abang." Kata Wias Nur diam saja. Dia tak mau menperparah beratnya fikiran Wias. "Baiklah abang. Nur boleh percaya. tapi Nur tak mau abang bersedih sendiri." Nurhayati pergi menbiarkan Wias sendirian. Wias kembali pada pemikiran nan terbang melayang entah kemana. ia terkenang pada masa Yuni dan Lasmi "berdamai hati" untuknya. "Betapa mereka menanggung sakit demi aku " kata Wias dalam hati. "Sekarang pula aku khianat pada mereka kedua dua" bisik batin Wias pula masa berlalu dalam kesun...

Episode 13 — GERIMIS DI UJUNG SENJA

 Wias masih belajar untuk berpura-pura kuat. Bukan kerana dia benar-benar kuat, tetapi kerana dia sudah tidak mampu lagi menanggung jika kelemahan itu terlihat oleh orang lain. Jadi dia berlakon. Di depan Yuni dan Lasmi, dia masih Wias yang sama—tenang, yakin, seolah-olah hidupnya tidak pernah retak sedikit pun. Yuni masih menyambutnya dengan lembut seperti dulu. Suaranya penuh kasih, seakan-akan tidak ada apa-apa yang berubah dalam dunia mereka. Lasmi pula tetap seperti Lasmi—tegas, stabil, seolah-olah dia adalah tiang yang memastikan semuanya tidak jatuh. Dan Wias menerima semua itu dengan senyum yang dipinjamkan dari kekosongan. Tetapi malam tidak pernah menipu. Apabila semua suara hilang, Wias kembali menjadi dirinya yang sebenar. Dia duduk sendirian. Sunyi itu bukan kosong—ia penuh, terlalu penuh dengan perkara yang tidak pernah diucapkan. Kadang-kadang dia menangis. Bukan dengan suara. Hanya air mata yang jatuh perlahan, seperti sesuatu yang sudah lama menunggu ...

GERIMIS DI UJUNG SENJA episode 12

...Nur memdekati Wias, ia menatap lembut dan mengulurkan tangan, namun tak sampai pada Wias. "Sayang, aku tahu, aku hanya bertepuk sebelah tangan. tapi tak bisakah kau menganggap aku ada?" Ia menangis. "Aku disampingmu. ada untukmu setiap saat. menemani malam-malammu. tapi kau tetap kesepian." Nurhayati menatap dengan frustasi. "Maafkan aku." Kata Wias Pelan. "Seharusnya kau meminta maaf pada dirimu sendiri" Kata Lasmi keras "Aku memang bodoh." Kata Wias Lemah "Kau tak lemah abang. kau kuat kau pasti mampu menjadi bintang bagi kami " Kata Yuni. ia membelai pipi Wias penuh kasih . "Kau yang membuat aku kembali hidup. saat aku hampir mati bunuh diri. kau yang menberikan aku harapan." Yuni memeluk Wias, tangisnya pecah "Aku terlalu berharap pada cinta yang sempurna. dan ternyata aku telah salah. aku merampas cinta yang lain dengan paksa" Kata Nur "Tak perlu mengkaji apa yang kau lakukan. nam nyata dia tak...

GERIMIS DI UJUNG SENJA. BAGIAN 11

          wias tersandung. Ia jatuh ke sebuah jurang yang tak begitu dalam. dingin terasa saat tanganya menyentuh tebing batu. basah. Kepalanya tersangkut ke belukar dan rerumputan. Tak Ada Yuni, Lasmi atau Nur. hanya desir gerimis yang menderu. tubuh dingin dan basah. Tubuhnya terasa lelah, dengan upaya berat dia coba bangkit dan duduk.Wias menatap sekeliling, ini pinggiran danau. Riak danau terlihat jelas dengan kabut tipis mengambang.       Sekejap ia teringat awal perjalanan. Tadi dia ssudah duperingatkan penjaga gunung. Tak boleh ada nan mendaki saat cuaca buruk. Namun ia bedegil. Wias hanya bisa dapati kedamaian dengan menyendiri. Melayangkan masa lalu nan indah dengan Yuni dan Lasmiyati. Mengingat Nur dan menjalani hidup lengang dalam kesorangan panjang. Terkenang pula olehnya saat ia terpelet dalam kabut tebal dan tao sadarkan diri. Telatnya merasakan Yuni dan Lasmi tadi genggam tangannya. Masuk ruang rawat nan tak menyembuhkan. Dalam tak ...

GERIMIS DI UJUNG SENJA bagian 10

episode 10 suatu hari Wias datang ke kedai Yuni. ia nak beli pakaian baru. dia berfikir baiklah beli di toko istri sendiri daripada orang lain tapi Nur tersenyum padanya sebelum ia benar benar pergi. "sungguhkah abang nak beli pakaian di konveksi kecil dan pakai buat bekerja?" katanya tersenyum nakal dan manja. "Kenapa, apa pula salahnya." kata Wias. "engkau kepala syarkat. tak pantas pakai baju sembarang pakai. aku dah pesan pakaian impor nan mahal." katanya senyuk manja. Wanita muda itu berlari ke kamar tak lama ia bawa bungkusan berkelas berisi pakaian mahal dari luar negeri. "Abang boleh coba, apa nak aku pakaikan?" katanya tersenyum manja sekali lagi Wias termenung, "apa ini hanya cara Nur supaya aku tiada bertemu Yuni" batinnya berbisik. tapi tidak. kata-kata Nur selanjutnya menjelaskan alasan nyata nan lebih pelik. dengan manja ia berkata, "kenapa abang bermenung? abang kata Yuni adalah tempat pulang dalam gelisah abang? Las...

GERIMIS DI UJUNG SENJA bagian 9

 bagian 9 #wiko_antoni_novel Wias kini tampak sebagai lelaki sejati. tegas kuat dengan kepercayaan diri tinggi. wajahnya berseri dan tak ada tampak lemah sedikit jua.  di syarikat ia dipandang sebagai teladan. orang orang tak faham soalan Lasmiyati atau Yuni. mereka cuma tahu. Nurhayati iatri sang pimpinan. pemilik usah adalah ayah kandung Nur. jadi makin mudahlah ia kendalikan syarikat. Ayah Nur Tuan Hasrim nemanglah sudah lama nak pensiun dan inginkan anak satu satunya dapatkan suami cerdas dan bersemangat. kini semua jelas pada Wias. karyawan miskin nan cepat sekali naik jenjang jabatan. ia sadar Wias adalah menantu dambaannya. biar miskin tapi penuhi segala syarat nan ia mau. dan paling penting. Nur suka sangat pada Wias. anak satu satunya nan selalu ia beri kendaknya sejak ibunya menjnggal dua puluh tahun lalu. sewaktu itu ia memeluk anaknya di rumah perawatan melihat istrinya pergi buat selama lama. hanya  Nur yang usia Tiga tahun harapan hidupnya. karena itulah seg...

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 8

 bagian 8 dalam kesulitan orang akan menpererat persaudaraan. merapatkan kekeuatan. bukan karena mereka dalah "malaikat suci" tapi keadaan memaksa. suatu ketika Lasmiyati sakit keras. Wias menantinya di rumah sakit. pada masa itu Yuni menggantikannya mengirus konveksi, mengantarkan makanan dan mengurus semia soalan keuangan. ini masa kerapuhan awal bagi Wias. ia tatap Yuni tangis melengah sementara dalam nenanggung sakit Lasmiyati menggapai tangan madunya itu. Katanya pula, " Kita hidup demi lelaki yang sama. aku kan hidup, usah khawatir. kita kuat, kiatkan dirimu, usah menangis. kita mesti sama tetap hidup demi cinta nan kita rawat bersama " katanya sambil genggam tangan Yuni erat. "kau adalah kekuatannya Lasmi, tanpa kamu dia akaj lemah bak helaian kain diterpa badai." kata Yuni  menahan isak tangis. "usahlah ragu, aku akan sembuh sedia kala. kau letih uruskan aku dan Wias. aku akan balik ke rumah. kita bersama lagi jagakak cinta kita " kata La...

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 7

 waktu berjalan. semua terasa indah bagi Wias. ada rasa bangga dipuja oleh dua wanita nan sama memberikan kasih sayang. namun nan tak di sadari Wias adalah, bahwasanya di balik senyum dan perhatian dua. bidadari hidupnya. dua cinta bercahaya, dua mutiara retak itu ada api. Api nan diam-diam membakar kedua cinta itu. tiada asap tiada bara. tiada nyala tiada pula panas. hanya kebekuan bak salju dingin. Tapi lebih menghanguskan dari kobaran nan menyala.        Wajah cantik nan selalu sendu. bibir nan selalu terkatup saat mereka saling tatap. kadang saling membantu dalam hening. tak ada amarah. tak ada pertengkaran hanya saling mengalah diantara dua wanita nan bersatu demi cinta mereka. cinta nan menyakiti tapi juga indah untuk mereka berdua. Keduanya kerap tampak bersama. Beku, tak ada canda, tak ada pertengkaran. Saling jaga perasaan dan saling pura pura menerima satu dengan yang lain.     Apa nan mereka lakukan bukan untuk Wian. tapi buat diri masing-ma...

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 6

           Wias merasa sebagian dari dirinya telah hilamg. wanita wanita ini sungguh tak ingin melepasnya sama sekali. mereka berdegil nak mengikuti biarpun luka-luka mereka terus membekas. Entah apa nan nak dibuat lagi supaya pata wanita ini pergi. mereka bahkan merasakan kesakitan oleh Wias sebagai anugrah yang berharga              Apa nan semua terjadi di masa silam? sehingga Wias merasa mereka sudah tak pantas baginya? baiklah kita nak selam masa silam. Kala itu Yuni seorang gadis nan dah ternoda oleh kesilafan membawa diri. ia dah bunting ulah lelaki tak bertanggungjawab. Wias yang muda belia tak faham. mengapa Yuni begitu nenggantungkan harapan padanya. dalam kebodohan remaja ia menjadikan Yuni kekasihnya namun segala kenyataan tiada seindah harapan. Orang banyak membenci hubungan mereka. Wias guncang dan mulai semena mena menghina kekasihnya itu. tapi sebagai orang yang meraskan Wias sebagai anugerah hidup terbesar...

GERIMIS DIUJUNG SENJA BAGIAN 5

 Wias tertunduk. apa macam nan sedang terjadi. ia berfikir keras. seperti apa sebenarnya perempuan mencinta. oada lelaki yang memburu buru tampak perempuan acuh dan kejam. lain masa pada lelaki macam dia. acuh pada rasa wanita. tampak macam dak ada akal mereka. begitu dalam begitu rela bahkan berkali kali di sakiti seolah sangat bebal. bedegil nak buktikan kasih walau pada insan yang salah macam dia.        " apa nan kalian mau dari aku, lelaki nan sepanjang jalan bersama hanya buat kalian beroleh luka semata?" kata Wias pelan dan pilu.         Mata Lasmiyati membara. tatapannya penuh amarah.         " melindungimu!" katabya keras. bak petir menggelegar nengguncang angkasa.          Yuni tersenyum. ia membelai pipi Wias dengan kasih sayang. Kasih sayang pilu nan beku.         "Lelaki lemah hanya pandai melukai wanita. dan wanita suka melindungi lelaki lemah." katanya.   ...

GERIMIS DI UJUNG SENJA bagian 4

      ...dengan memaksa diri, Wias akhirnya mencoba bangkit jak pembaringan. Lasmiyati dan Yuni tak nak lepaskan dia. Malahkan dengab kedua jemari tergenggam mereka ikuti kemana saja langkah Wias nan lemah menjejak.           "Nak lari dari rawatan kami kah?" kata Lasmi dengan tatapan curiga nan keras.           "Atau nan lupakan kerasnya hatiku bedegil menyayangimu." tampak  muka kecewa Yuni menjejas keras hati Wias.          "Nan jelas, aku hanya nak lari dari kegamangan rasa dalam diri sendiri." Kata Wias tanpa tekanan rasa. Ucapannya mendatar dan tak daya sedikit jua.            "Wanita nan mencintamu lebih berbahaya dari musuh manapun di medan perang!" Lasmiyati membentak. sekeliling bergetar. petir menggelegar. awanpun berarak kelam. kilat sambar menyambar.             "Dah kuat sangat kau, nak lepas bimbing genggam jari ka...

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 3

        perawatan sunyi berlangsung lama. Lasmiyati dan Yuni bagaikan bayangab di kamar nan berhias aneka larik, bait dan kalomat puisi. Mereka tak benar-benar merawat Wias. kata katanya tajam, tatapan mereka bara tak kunjung nyala.          Tak lernah berikan obat. tak pernah membalut ruam luka. mereka hanya menggenggam jemari Wias. genggaman nan jauh ke dalam hati. melenakan sukma dan hilangkan waruah jiwa.        kian lama perawatan  berlangsung bukan sembuh nan di dapat. luka kian larah dan fasad kian lemah. Wian coba nak lepaskan jari-jari mereka namun kian eratlah tercengkram. kian eratlah menguncim sementara daya kian lemah seirimg menipisnya asa.           "Apa nan nak buat, buatlah tapi usah kaloan bawa aku ke masa lalu" Wian berkata lemah.               Lasmi tertawa getir. iyanya menatap Wian dengan tatapan membara.         ...

Yustina- “GADIS DI GERIMIS”MEMILIKI MAKNA MAKNA TENTANG SEORANG YANG SEDANG MENGALAMI KESEDIHAN DAN KESEPIAN

Penulis:kritikus sastra dan mahasiswa di universitas Merangin PENDAHULUAN Puisi “Gadis di Gerimis” menggambarkan suasana batin seorang perempuan yang sedang berada dalam kesedihan, kekecewaan, dan pergulatan hidup. Penyair menggunakan suasana gerimis pagi sebagai simbol kesunyian dan luka hati yang mendalam. Melalui pilihan kata yang puitis dan penuh makna, puisi ini menghadirkan gambaran tentang seseorang yang mencoba bangkit dari rasa sakit dan kenangan masa lalu. Puisi ini juga memperlihatkan bagaimana manusia sering terjebak dalam luka batin, namun tetap memiliki harapan untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, puisi ini memiliki nilai emosional dan pesan moral yang kuat bagi pembaca. ISI Puisi ini diawali dengan larik: “digerimis pagi seorang gadis menyendiri” Larik tersebut menunjukkan suasana kesepian yang dialami tokoh gadis. Gerimis pagi menjadi lambang kesedihan dan ketidaktenangan hati. Kata “menyendiri” memperlihatkan bahwa gadis tersebut sedang me...

NODI HARPENDI

 #wiko_antoni_novel DI BALIK KESEDIHAN DALAM PUISI “GADIS DI GERIMIS” Puisi Wiko Antoni PENDAHULUAN Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mampu menyampaikan perasaan dan pengalaman hidup melalui bahasa yang indah dan penuh makna. Dalam puisi, penyair sering menggunakan simbol alam untuk menggambarkan suasana hati seseorang. Puisi “Gadis di Gerimis” menggambarkan tentang seorang gadis yang sedang berada Dalam kesedihan dan keterpurukan hidup. Melalui suasana gerimis pagi, penyair menghadirkan nuansa sepi, luka, dan kehilangan harapan. Namun, di balik kesedihan tersebut, puisi ini juga menyampaikan pesan tentang semangat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan. Oleh karena itu, puisi ini memiliki makna mendalam tentang perjuangan manusia menghadapi luka batin dan belajar mengikhlaskan masa lalu.   PEMBAHASAN Pada bait pertama, penyair menggambarkan suasana pagi yang gerimis dan seorang gadis yang sedang menyendiri. “digerimis pagi seorang gadis menyendiri” Gerimis ...

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 2 Goresan Penyiksa Oleh Wiko Antoni

         Ruangan itu seperti kamar Rumah Sakit. namun cukup suram dan tak begitu terang. Wias terbaring di sebuah dioan rawatan nan tak jelas terbuat dari apa. entah kapas atau kabut. Ada dua wanita berdiri dekat Wias.  Samar terlihat oleh  Wias . Dianya kenali kedua sosok cantik tersebut. Mereka iyalah Yuni dan Lasmiyati.          Tak tampak senyum. hanya pandangan beku. Beku dan dingin layaknya salju. Wias nak coba tanyakan apa peristiwa yang sudah berlaku, mereka menggeleng meminta Wias untuk tak berbincang sepatah kata apa jua.           Tak ada infus, tak ada barang satu jenis rawatan. nan tak bisa dijelaskan adalah Wias merasa sangat baik. Wias mencoba duduk tapi sesaat ia jatuh lagi. Dua wajah itu menatapnya penuh misteri. Makna tatapan dalam nan sukar nak diselami.  Salah satu dari keduanya mendekat. Ia adalah Yuni. Wanita cantik nan berwajah lonjong bermata tajam itu berkata,    ...

GERIMIS DIJUNG SENJA BAGIAN 1 goresan penyiksa oleh Wiko Antoni

         Manakala kabut menyapu wajah wias, lelaki separo bay itu masih juga duduk dipinggir jalan. wajahnya pucat kedinginan, gigi gemeretakan. tak sadar dia bahsanya dah jauh iyanya menlamgkah. menelusur jalan-jalan berbatu dengah rerumputan nan basah. matanya jauh. wajahn pucat pasi oleh perjalanan meletihkan belulang dan pandangan. Iyanya masih jua melangkahi lebuh raya tiada tahu lebuh ini nak kemana hujungan.         Tiada lama gerimis menghujan. lebat pula air menjatuhi bumi dengan jarum-jarum dipandangan nan sebenar hanya titik berpacu kencang. pakaian Wias basah. dungin kian menjadi, di tambah pula angin nan berhembus membadai. ribut sekeliling oleh deru pepohonan nan bergoyang jua derak dahan patah. Wias nak cuba melamgkah lagi dengan segala asa tersisa          Semua yang lah jadi memang teka teki. apa kaya Yuni bila dia tahu nyata nan Wias alami di petang kelam ini. apa pula kata Lasmiyati. mereka kan tert...

DAFTAR NOVEL DISINI

1. genre silat 2. romantis 3. Filsafat 4. Sufi