GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 6
Wias merasa sebagian dari dirinya telah hilamg. wanita wanita ini sungguh tak ingin melepasnya sama sekali. mereka berdegil nak mengikuti biarpun luka-luka mereka terus membekas. Entah apa nan nak dibuat lagi supaya pata wanita ini pergi. mereka bahkan merasakan kesakitan oleh Wias sebagai anugrah yang berharga
Apa nan semua terjadi di masa silam? sehingga Wias merasa mereka sudah tak pantas baginya? baiklah kita nak selam masa silam. Kala itu Yuni seorang gadis nan dah ternoda oleh kesilafan membawa diri. ia dah bunting ulah lelaki tak bertanggungjawab. Wias yang muda belia tak faham. mengapa Yuni begitu nenggantungkan harapan padanya. dalam kebodohan remaja ia menjadikan Yuni kekasihnya namun segala kenyataan tiada seindah harapan. Orang banyak membenci hubungan mereka. Wias guncang dan mulai semena mena menghina kekasihnya itu. tapi sebagai orang yang meraskan Wias sebagai anugerah hidup terbesar Yuni tak pudar kasih sayangnya.
Dalam pada itu pulalah Lasmiyati hadir. tak terima Wias "dipecundangi" Wanita tak suci. Lasmiyati desak Wias menikahinya. dia rasa dia lebih pantas mendampingi Wias. dia masih ramaja, dapat pula serah kesucian dan itu adalah kebanggaan baginya. ia selalu hadang langkah Wias kemana mau. baginya Wias mudah sekali ditipu kata kata manis sehingga masuk kepada kerugian diri sendiri
Yuni tak patah arang. baginya biar Wias dah dimiliki Lasmiyati. tak ada alsan ia tak jaga lelaki kesayangan itu. biar sakit ia terima tapi Wias jauh lebih berharga daripada sekedar sakit. Wias dah beri dia nyawa kedua. dah cegah dia dari niat nak membunuh diri karena malu dan patah hati. jadi apa ban buat Wias bahagia itu tujuan utama.
Tak ada pertarungan dua wanita itu. hanya tatap dalam saat mereka berdua sama bertenu di masa masa pelik. bahkan Yuni berkata,
"Selama Wias bahagia sama kau, tak apa bagiku!" katanya pada Lasmiyati di Suatu ketika
"Tak usah kau nak bimbang, aku bukan penipu lelaki macam kau!" lata Lasmi saat itu seraya menatap Yuni penuh kesal dan amarah.
"tak apa kau sangka aku demikian, tapi hati ini cuma aku dan Tuhan yang faham* Kata Yuni sambil menggenggam tangan Lasmiyati. Lasmiyati diam saja. ia membisu tapi air matanya berlinangan
Sejak saat itu sungguh janggal. kereka tampak selalu bersama. suai dan tak berbelah. saling bantu dan selalu nenampakkan persaudaraan nan janggal. hanya saja mereka selalu melakukan perdebatan soalan bagaimana membuat Wias bahagia
Di balik itu semua. di setiap kesuaian mereka. senyum nan di paksa. mereka sama memendam rasa sakit. luka dan siksa cemburu nan mereka tekan ke ruang terdalam diri mereka. waktu itu sebagai lelaki muda nan tak faham makna cinta. Wias berbangga akan keberhasilannya memiliki keduanya...
bersambung.
#wiko_antoni_novel
Komentar
Posting Komentar