GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 8

 bagian 8


dalam kesulitan orang akan menpererat persaudaraan. merapatkan kekeuatan. bukan karena mereka dalah "malaikat suci" tapi keadaan memaksa. suatu ketika Lasmiyati sakit keras. Wias menantinya di rumah sakit. pada masa itu Yuni menggantikannya mengirus konveksi, mengantarkan makanan dan mengurus semia soalan keuangan.

ini masa kerapuhan awal bagi Wias. ia tatap Yuni tangis melengah sementara dalam nenanggung sakit Lasmiyati menggapai tangan madunya itu.

Katanya pula,

" Kita hidup demi lelaki yang sama. aku kan hidup, usah khawatir. kita kuat, kiatkan dirimu, usah menangis. kita mesti sama tetap hidup demi cinta nan kita rawat bersama " katanya sambil genggam tangan Yuni erat.

"kau adalah kekuatannya Lasmi, tanpa kamu dia akaj lemah bak helaian kain diterpa badai." kata Yuni  menahan isak tangis.

"usahlah ragu, aku akan sembuh sedia kala. kau letih uruskan aku dan Wias. aku akan balik ke rumah. kita bersama lagi jagakak cinta kita " kata Lasmi tegas

Benar saja. tak lama berselang Lasmiyati sembuh. ia dikuatkan rasa cinta dan ketakuatan Yuni. ia tahu Yuni lemah dalam pertarungan hidup dam nyaman sebagai tempat pulang bagi Wias. mereka ada dalam ranah dan tugas berbeda bagi kekasih mereka dan semua saling melengkapi  tak boleh ada nan hilang

usai masa itu mereka kian tampak kompak dan bererat simpati. meskipun di sana ada luka cemburu nan tetap di pendam dalam.

usaha jahit membaik. mereka kena buka toko. toko membesar kini mereka dah buka masing masing kedai dan satu sama lain tetap terhubung. Wias dah balik dapat kerja. ekonomi tumbuh. dengan tiga orang nan mencari mereka hidup layak di depan orang banyak. dah ada kereta masing masing. tapi mereka sibuk dan mulai sama sering tak jumpa. hanya komunikasi lewat sambungan telepon. Wias Pula dah kenal wanita lain nan bikin dia gila. sejak ia dapat pangkat tinggi di syarikat tempat kerja ada Nurhayati sekretaris pribadi nan muda, cerdas dan cantik yang paling penting pandai pula merayu.

dua cintanya tiada sedar bahwa ada cinta lain nan menyelusup. Nur mula mengatur siasat biar Wias terjebak. ia memainkan rayuan dan pakaian nan tak sewajarnya saat mereka kerja di ruang pribadi. biarkan keindahan diri terpapar di hadapan dang atasan. kadang sengaja pura pura tertidur dalam keadaan tubuh terbuka.

naluri laki laki Wias menjadi buas. pancing termakan dan akhirnya ia terpaksa menikahi Nur tanpa setahu dua kekasih nan selama ini tegar melindungi dan jagakan dia.

bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 2 Goresan Penyiksa Oleh Wiko Antoni

GERIMIS DIJUNG SENJA BAGIAN 1 goresan penyiksa oleh Wiko Antoni

NODI HARPENDI