GERIMIS DI UJUNG SENJA bagian 9

 bagian 9

#wiko_antoni_novel

Wias kini tampak sebagai lelaki sejati. tegas kuat dengan kepercayaan diri tinggi. wajahnya berseri dan tak ada tampak lemah sedikit jua.  di syarikat ia dipandang sebagai teladan. orang orang tak faham soalan Lasmiyati atau Yuni. mereka cuma tahu. Nurhayati iatri sang pimpinan. pemilik usah adalah ayah kandung Nur. jadi makin mudahlah ia kendalikan syarikat. Ayah Nur Tuan Hasrim nemanglah sudah lama nak pensiun dan inginkan anak satu satunya dapatkan suami cerdas dan bersemangat. kini semua jelas pada Wias. karyawan miskin nan cepat sekali naik jenjang jabatan. ia sadar Wias adalah menantu dambaannya. biar miskin tapi penuhi segala syarat nan ia mau. dan paling penting. Nur suka sangat pada Wias. anak satu satunya nan selalu ia beri kendaknya sejak ibunya menjnggal dua puluh tahun lalu. sewaktu itu ia memeluk anaknya di rumah perawatan melihat istrinya pergi buat selama lama. hanya  Nur yang usia Tiga tahun harapan hidupnya. karena itulah segala kendak anak satu satunya itu selalu ia beri.

kini ia bahagia. ia dapat beristirahat di villa pribadi dan syarikat sudah ada nan urus dan itu. anak menantu pula.

Lain hal dengan Wias. dia merasa terjebak. ia waktu itu dah di jerat dengan minum berperangsang. ia pening dan Nur memberikan ia penuntasan dari pengaruh siksaan obat nan nur sendiri masukan ke minuman wias. 

Nur paksa Wias menikahinya karean dah dinoda di ruang kantor sempit itu. dan Wias tak bisa buat apa nak bela diri.

Biarpun percaya diri dan tampak berseri di samping Nur. itu siasatan Wias saja nak menunjukkan pada Lasmi dan Yuni kalau ia baik baik saja. karena dua wanita itu tak pusingkan suami mereka selagi tampak baik 

apa sebenar nan berlaku?

Wias keral merenung sorang di tempat sepi. dia kerap pula tinggalkan Nur di rumah. dia berk alasan nak temui Lasmi atau Yuni. Tak cemburu. tak marah. Nur hanya katakan,

"Dah balik kerumah lama jan lupa rumah baru abang, disini abang bersinar!"

ya kata kata nan kedengaran indah tapi penuh ancaman 

tapi tak benar dia ke Yuni atau Lasmi. ia menyendiri di taman kota. menangis sendiri mengenang salah dan dosa pada dua cahaya kehidupannya nan kini kian redup dalam dirinya.

bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 2 Goresan Penyiksa Oleh Wiko Antoni

GERIMIS DIJUNG SENJA BAGIAN 1 goresan penyiksa oleh Wiko Antoni

NODI HARPENDI