GERIMIS DI UJUNG SENJA episode14
"Tak ada yang aku sembunyikan. la nan kurang, engkau dah kasih aku semua. cinta dan kesefaman. aku selalu temui Lasmiyati dan Yuni seizin kau. kau terlalu sempurna." kata Wias mencoba tersenyum
"tidak abang, kau terlihat macam pelakon nan buruk." Nurhayati mendekat. menyeka air mata Wias.
"Apa nan abang fikir sebenarnya, coba jujur, biar menyakitkan. Nur bisa terima " Kata Nurhayati.
"Apa, tak ada Nur. boleh kau percaya abang." Kata Wias
Nur diam saja. Dia tak mau menperparah beratnya fikiran Wias.
"Baiklah abang. Nur boleh percaya. tapi Nur tak mau abang bersedih sendiri." Nurhayati pergi menbiarkan Wias sendirian. Wias kembali pada pemikiran nan terbang melayang entah kemana. ia terkenang pada masa Yuni dan Lasmi "berdamai hati" untuknya.
"Betapa mereka menanggung sakit demi aku " kata Wias dalam hati.
"Sekarang pula aku khianat pada mereka kedua dua" bisik batin Wias pula
masa berlalu dalam kesunyian panjang. Walau tampak teguh. Wias tetap tak kena sembunyi. Pada suatu masa Lasmi pula nan bertanya.
"Kau tampak pucat abang." Kata Lasmi saat Wias mengunjungi kedainya.
"Ah tak ada. barangkali letih bekerja." Kata Wias sekedarnya.
"Aku dan Yuni tak butuh hantaran abang. kami kena cari wang sendiri abang tahu kan." Kata Lasmj.
"Ya tapi inu kesedaran abang. tanda abang sayang kalian " Kata Wias
"Bila sampai lelah dan kurang tidur aku tak rela terim wang abang" Kata Lasmj keras. seperti biasa ia akan sangat marah bila Wias mula buat badanya pada kesulitan diri.
"Nanti abang akan kurangi bekerja. dan perbanyak istirahat. sesuai mau kau." Kata Wias tenang
di Kedai Yuni Sesuatu berlaku sama.
."Sayang kau tampak berebeda." Kata Yuni pula
"ah tak, aku baik saja." kata Wias
"Muka kau pucat. Abang jangan berdusta, suara kau serak. apa kau sakit?"
Wias diam, dalam hatinya ia berkata "aku lebih dari sakit tapi tak satupun dari kalian harus menanggung sama. ini sakitku sendiri"
"Sudah ya. abang nak balik ke rumah. Nur. jaga diri baik baik" kata Wias.letak wang di tangan Yuni.
"Aki tak perlukan wang. aku kena cari. tapi abang harus benar benar baik." kata Yuni
"ambilah saja. abang akan baik baik saja." Kata Wias serak. ia menangis dalam hati. rass bersalah pada Yuni dan Lasmi menyesak.
segera palingkan muka. Wias tak mau air mukanya dilihat Yuni. oa bergegas ke kereta. sampai di kereta ia nyalakan mesin. seraya mengemudi ia menangis sejadi jadinya...
bersambung..
#wiko_antoni_novel
Komentar
Posting Komentar