GERIMIS DIUJUNG SENJA BAGIAN 5

 Wias tertunduk. apa macam nan sedang terjadi. ia berfikir keras. seperti apa sebenarnya perempuan mencinta. oada lelaki yang memburu buru tampak perempuan acuh dan kejam. lain masa pada lelaki macam dia. acuh pada rasa wanita. tampak macam dak ada akal mereka. begitu dalam begitu rela bahkan berkali kali di sakiti seolah sangat bebal. bedegil nak buktikan kasih walau pada insan yang salah macam dia.

       " apa nan kalian mau dari aku, lelaki nan sepanjang jalan bersama hanya buat kalian beroleh luka semata?" kata Wias pelan dan pilu.

        Mata Lasmiyati membara. tatapannya penuh amarah.

        " melindungimu!" katabya keras. bak petir menggelegar nengguncang angkasa.

         Yuni tersenyum. ia membelai pipi Wias dengan kasih sayang. Kasih sayang pilu nan beku.

        "Lelaki lemah hanya pandai melukai wanita. dan wanita suka melindungi lelaki lemah." katanya.

          "Betapa aku tak berguna". ucap Wias menyesali diri tak daya.

            " kata siapa, kau segalanya bagi kami" Lasmiyati sengan tatapan tajam menatap Wias.

             " Kalian pelihara aku buat tambahkan luka kalian berlapis lapis?" Wian hampir tak percaya 

             "Luka yang indah. sayang " Yuni tersenyum.

             Wias menatap wajah wanita wanita itu. senakin dalam dia menatapnya kian terasa sakit di dadanya 

              "Apalah aku ini. hanya pecundang yang merasa memenangkan kalian" katanya penuh sesalan.

               "Kami suka kau menangkan, dan suka pula kau kalahkan " kata Yuni lembut.

                Sesaat kabut menipis, gerimis berhenti. ccahaya matahari tampak. namun warnanya merah muda. orang kata merah jambu. kedua wanita menatap Wias. wajah mereka berseri. bak seri cahaya sang pagi. namun wajah itu penuh goresan luka. luka nan sebagian berdarah tak henti 

             "Kalian penuh luka." kata Wias tertekan.

               "Itu pertanda kami selalu ada untikmu" Lasmiyati berkata tegas. ucapannya bak deru guruh di langit 

             .. "Biarkan daku keseorangan. kalian bileh tinggalkan aku sendiri" Kata Wias 

                "Kami bak biarkan bagian juwa kami pergi? jangan harap" Lasmiyati membentak. 

                 "Kamu mesti tetap di genggaman kami!" katanya tegas.

#wiko_antoni_novel

bersambung...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GERIMIS DI UJUNG SENJA BAGIAN 2 Goresan Penyiksa Oleh Wiko Antoni

GERIMIS DIJUNG SENJA BAGIAN 1 goresan penyiksa oleh Wiko Antoni

NODI HARPENDI